Hadapi Musim Hujan, Kapolres Enrekang Pimpin Apel Siaga Bencana 2026

Enrekang13 Dilihat

Metro Online, Enrekang — Kapolres Enrekang AKBP Ketut Yoga Saputra memimpin apel gelar pasukan kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam tahun 2026 di halaman Mapolres Enrekang.

Apel tersebut digelar sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana alam seiring datangnya musim hujan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

AKBP Ketut Yoga Saputra bertindak langsung sebagai pimpinan apel. Sementara Komandan Apel dipercayakan kepada KBO Sat Samapta Polres Enrekang, Ipda Sumantri Mindar.

Kegiatan ini turut dihadiri Pasi Intel Kodim 1419/Enrekang Kapten Inf Septianus Welem yang mewakili Dandim, Kadis Lingkungan Hidup Yarsin Gau mewakili Bupati Enrekang, Kasatpol PP Baharuddin, serta Kalak BPBD Syamsul Bahri.

Sejumlah pejabat utama Polres Enrekang, personel TNI-Polri, instansi pemerintah, dan unsur terkait lainnya juga mengikuti apel tersebut.

Dalam arahannya, Ketut Yoga menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial atau rutinitas tahunan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

“Kesiapsiagaan bukan sekadar formalitas, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata seluruh pihak terkait serta masyarakat luas demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga jenis bencana yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.

Khusus di Kabupaten Enrekang, potensi banjir dan tanah longsor menjadi ancaman yang harus diantisipasi.

Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis Enrekang yang didominasi kawasan pegunungan, lereng, serta aliran sungai.

Karena itu, Kapolres meminta seluruh pihak melakukan langkah antisipasi sejak dini dan tidak menunggu hingga bencana terjadi.

Ia juga mengingatkan agar peristiwa banjir yang pernah melanda Kabupaten Enrekang pada 2024 menjadi bahan evaluasi bersama.

“Untuk itu, seluruh unsur terkait harus melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap kesiapan personel, kendaraan operasional, peralatan evakuasi, alat komunikasi, perlengkapan pertolongan pertama, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Sinergitas, Kapolres Enrekang dan Wartawan Gelar Coffee Morning

Selain kesiapan personel dan peralatan, pemetaan wilayah rawan bencana juga menjadi perhatian.

Kapolres meminta dilakukan identifikasi kawasan rawan banjir dan tanah longsor, jalur evakuasi, hingga penentuan lokasi pengungsian.

Pendataan permukiman masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana juga dinilai penting untuk mempercepat proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.

“Sejalan dengan itu, masyarakat juga harus diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama,” katanya.

Ketut Yoga berharap seluruh personel dan instansi terkait terus membangun koordinasi serta sinergi secara berkesinambungan.

Dengan demikian, apabila bencana sewaktu-waktu terjadi, seluruh unsur dapat bergerak cepat, tepat, dan terpadu dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat.

“Saya mengimbau seluruh stakeholder berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana dengan meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan demi menjamin keselamatan masyarakat Kabupaten Enrekang,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *