Metro Online, Makassar — Tarungku Coffee di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menjadi salah satu wadah pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Melalui usaha kopi tersebut, warga binaan mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan, mengasah kreativitas, hingga mempelajari dunia kewirausahaan.
Mereka terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pengelolaan usaha. Mulai dari meracik minuman, menyiapkan pesanan, hingga memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga melatih kedisiplinan dan membangun kepercayaan diri warga binaan.
Kepala Rutan Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto, mengatakan Tarungku Coffee bukan sekadar wadah usaha, melainkan bagian dari program pembinaan kemandirian.
“Tarungku Coffee kami hadirkan sebagai ruang bagi warga binaan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan harus dilakukan melalui kegiatan nyata agar warga binaan memiliki pengalaman dan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh di sini bisa menjadi bekal bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, setiap warga binaan perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan yang produktif dan bermanfaat.
Melalui Tarungku Coffee, Rutan Kelas I Makassar berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah bebas.
Di balik setiap seduhan kopi, tersimpan harapan agar warga binaan mampu tumbuh, berkarya, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
