Bukan Sekadar Menjalani Hukuman, Warga Binaan Rutan Makassar Dibina Secara Rohani

Makassar5 Dilihat

Metro Online, Makassar — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar terus memperkuat pembinaan rohani bagi warga binaan melalui kegiatan tausiah yang bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Makassar.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keimanan sekaligus menumbuhkan kesadaran warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Melalui tausiah ini, warga binaan diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbaiki perilaku dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan juga diharapkan menjadi pengingat bagi warga binaan untuk menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran berharga.

Kegiatan berlangsung khidmat. Warga binaan mengikuti tausiah dengan menyimak berbagai nasihat yang disampaikan sebagai bekal untuk memperbaiki diri.

Kepala Rutan Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto, mengatakan pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan.

Menurutnya, pembinaan di dalam rutan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian.

Penguatan mental dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses perubahan diri warga binaan.

Melalui pembinaan tersebut, warga binaan diharapkan mampu membangun kesadaran untuk meninggalkan perilaku buruk dan menanamkan nilai-nilai kebaikan.

Sinergi antara Rutan Kelas I Makassar dan Kementerian Agama Kota Makassar pun diharapkan terus berlanjut.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang bermanfaat dan berkesinambungan.

Selain memperkuat keimanan, kegiatan tausiah diharapkan dapat menumbuhkan motivasi warga binaan untuk menjalani kehidupan dengan lebih positif.

Nilai-nilai keagamaan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

Rutan Kelas I Makassar berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan secara menyeluruh bagi warga binaan.

Pembinaan tersebut diharapkan menjadi bekal dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

BACA JUGA :  Ombudsman RI Sulsel Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Makassar

Melalui nasihat dan bimbingan rohani, setiap warga binaan diharapkan memiliki kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.

Dengan demikian, pembinaan di rutan tidak hanya menjadi proses menjalani masa hukuman, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun pribadi yang lebih baik dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *