Senin, 19 Oktober 2026METRO ONLINE • Berita Daerah dan Nasional
Makassar · 28 November 2018 · Oleh admin

Sinergitas bersama PUPR dan Lapas Kelas I Makassar

METRO ONLINE, MAKASSAR -Menindaklanjuti arahan Kepala Satuan Kerja Lapas Kelas I Makassar, Budi Sarwono (23/10/18). Pada brifing tersebut mengarahkan untuk membenahi halaman depan Lapas Makassar serta memerhatikan saluran air di dalam dan luar tembok Lapas Makassar, senin, 26 november 2018.

Pada penerapan arahan dari Kalapas, Kepala Bagian Tata Usaha, Pahruddin Saputra menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengerut saluran air di Halaman Lapas Kelas I Makassar.

Sinergitas antar instasi ini dimaksudkan untuk mempercepat penggalian saluran air Lapas, mengingat november ini telah memasuki musim pancaroba, serta untuk mencegah banjir di halaman Lapas Makassar.

“Pengkerutan ini akan dijadwalkan selama satu minggu jadi jika hari ini alat beratnya tiba. Maka akan selesai sampai selasa minggu depan. Ekskavator yang diturunkan oleh dinas PUPR nantinya akan mengerut saluran air sampai 2,5 meter kedalam, sehingga dapat menampung air hujan lebih banyak. Untuk pasirnya akan dijadikan timbunan didepan kebun Lapas Makassar dan akan dijadikan taman Lapas,” kata Pahruddin.

Dalam kesempatan ini. Camat Rappocini juga berkunjung ke Lapas Kelas I Makassar dalam rangka observasi pelatihan pertanian di sekitar kecamatan Rappocini, Bapak camat kecamatan Rappocini kunjungi Lembaga Pemasyarakata  Kelas I Makassar, untuk melihat kegiatan kerja bidang pertanian dan perkebunan Lapas Makassar.

Bersama rombongan dari kantor Kecamatan Rappocini dan Tim observasi pelatihan pertanian dari Jawa Tengah mengambil sample Cabai Rawit dari hasil perkebunan Lapas Kelas I Makassar. Dimana pada kunjungan ini pak camat bersama rombongan mengelilingi perkebunan Lapas Makassar dan menyempatkan melihat bibit tanaman cabai yang siap ditanam.

“Semua hasil dari perkebunan ini murni dari hasil pembinaan yang dilakukan oleh petugas terhadap warga binaan Lapas Makassar. Mulai dari bibit, perawatan, hingga panen perdana cabai rawit di lakukan oleh warga binaan pemasyarakatan Lapas Makassar. Pembinaan ini diharapkan dapat menjadi bekal WBP untuk mendirikan usaha nantinya” sambut A. Nur Ali selaku Kepala Seksi Pengelolaan Kerja.

Pak Camat juga mengatakan kepada Tim Observasi bahwa aktivitas yang dilakukan di Lapas Makassar merupakan pusat pembinaan bagi narapidana sehingga tidak salah jika hasil perkebunan dan pertanian yang ada di Lapas Makassar tidak kalah saing dengan yang dijual dipasar nasional, sehingga dapat dijadikan contoh bagi masyarakat disekitar kecamatan Rappocini.

Hingga berita ini terbit, pembenahan halaman depan Lapas Makassar serta memerhatikan saluran air di dalam dan luar tembok Lapas Makassar masih berlangsung, rabu, 28 november 2018.

Laporan : Fikal
Editor : Muh Sain / A. Gusthi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *