Festival Literasi Pangkep 2026 Resmi Ditutup, Kolaborasi Masyarakat Jadi Kunci Budaya Membaca

Pangkep5 Dilihat

Metro Online, Pangkep — Penutupan Festival Literasi Pangkep 2026 berlangsung aman, lancar, dan kondusif pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang digelar selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober 2026, menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya membaca, menulis, serta meningkatkan kreativitas masyarakat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Penutupan festival tersebut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan undangan lainnya, di antaranya Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Hj. Hasmiah, Ketua Pengadilan Negeri Pangkep, perwakilan Kejaksaan Negeri Pangkep, perwakilan Polres Pangkep, perwakilan Kodim 1421/Pangkep, perwakilan Direktur Utama PT Semen Tonasa, Camat Bungoro, serta Lembaga Badik Celebes.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Hasmiah mewakili Bupati Pangkep menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Festival Literasi Pangkep 2026.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan sejak pembukaan hingga penutupan tidak terlepas dari kerja sama Pemerintah Kabupaten Pangkep beserta seluruh jajaran dan dukungan berbagai elemen masyarakat.

Ia menegaskan bahwa gerakan literasi tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

Keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak dini, sekolah membangun budaya belajar dan kemampuan berpikir kritis, sedangkan perpustakaan diharapkan terus bertransformasi menjadi pusat pengetahuan, kreativitas, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat.

Hj. Hasmiah juga berharap Bunda Literasi bersama seluruh jejaring penggerak literasi dapat terus aktif membangun budaya membaca di lingkungan keluarga, sekolah, desa, kelurahan, hingga masyarakat luas.

Ia mendorong lahirnya lebih banyak taman baca, komunitas membaca, kegiatan mendongeng, membaca nyaring, lomba bercerita, penulisan karya, diskusi buku, serta inovasi pelayanan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris kegiatan dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Literasi Pangkep 2026 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, perpustakaan, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.

BACA JUGA :  Jumat Bersih, Polsek Bersama Camat Segeri Lakukan ini

Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai kegiatan inspiratif digelar, mulai dari gelar wicara literasi, bedah buku, workshop perpustakaan, pameran karya literasi dan kreativitas masyarakat, pameran Badik Celebes, pentas seni, donor darah, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bertajuk Senang Sehat.

Partisipasi masyarakat dalam festival ini juga dinilai sangat baik. Salah satunya terlihat dalam kegiatan gelar wicara literasi yang diikuti sekitar 100 peserta berdasarkan daftar hadir, terdiri atas siswa-siswi, mahasiswa, akademisi, masyarakat, pegiat literasi, serta unsur Butta Baca dan sekolah di Kabupaten Pangkep.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa gerakan literasi memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui keterlibatan berbagai kalangan.

Dengan berakhirnya Festival Literasi Pangkep 2026, diharapkan semangat membaca, menulis, berkarya, dan berbagi pengetahuan tidak berhenti pada rangkaian acara semata, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan yang aman, lancar, dan kondusif menjadi penutup yang baik sekaligus penguat komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat Pangkep yang literat, kreatif, cerdas, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *