Rumah Bergaya Eropa Hadir di Maros, Bata Interlock SIG Jadi Andalan

Maros5 Dilihat

Metro Online, – MAROS – Inovasi di sektor properti terus berkembang dengan menghadirkan konsep hunian modern yang mengutamakan desain menarik, proses pembangunan lebih cepat, serta penggunaan material konstruksi yang berbeda. Salah satunya dikembangkan PT Nusantara Land Development di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan memanfaatkan bata interlock presisi dari SIG. Selasa, (20/10/2026).

Direktur Utama PT Nusantara Land Development, Tri Wijaya, mengatakan konsep hunian yang dikembangkan mengusung desain modern yang terinspirasi dari rumah-rumah eksklusif di Eropa, khususnya Kota Milano.

Menurutnya, perpaduan desain modern dan penggunaan material konstruksi tersebut menjadi upaya menghadirkan pengalaman hunian berbeda bagi masyarakat.

“Model-modelnya mirip dengan rumah-rumah di Milano, rumah-rumah di Eropa yang sangat eksklusif. Ini yang kami coba hadirkan di sini. Sebuah kehormatan bagi kami karena menjadi rumah pertama di Sulawesi yang menghadirkan rumah dengan bahan bata interlock presisi SIG,” ujar Tri Wijaya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Maros dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki posisi strategis dan akses yang relatif dekat dengan Kota Makassar maupun Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Selain menjadi kawasan penyangga ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, Maros dinilai memiliki potensi pengembangan properti seiring aktivitas ekonomi dan pertumbuhan kawasan yang terus bergerak.

“Saya memilih di Maros karena ini salah satu perumahan kami yang paling dekat dari Makassar. Lokasinya juga dekat dari Bandara Sultan Hasanuddin dan Maros menjadi kota penopang Makassar,” katanya.

Tri mengungkapkan, penggunaan bata interlock presisi SIG bukan sekadar untuk menghadirkan tampilan bangunan yang berbeda. Material tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengembang dalam mengombinasikan kualitas konstruksi dengan efisiensi biaya pembangunan.

“Kami menghadirkan bahan yang berbeda dengan kualitas yang bagus tetapi dengan harga yang lebih murah,” ungkapnya.

Penggunaan material tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembangunan yang lebih efisien tanpa meninggalkan konsep desain modern yang menjadi ciri hunian yang ditawarkan.

Meski demikian, aspek harga dan kualitas konstruksi tetap menjadi hal penting yang perlu diperhatikan agar konsep hunian tersebut dapat menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat.

Tak hanya menyasar segmen perumahan komersial, PT Nusantara Land Development juga mulai mempertimbangkan penggunaan bata interlock presisi untuk pembangunan rumah subsidi.

Tri mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap perancangan dan akan dikaji untuk kemungkinan diterapkan pada proyek perumahan berikutnya.

“Ke depan kami akan coba memikirkan dan membuat satu kompleks perumahan kami di lokasi lain yang bisa menerapkan ini untuk rumah subsidi. Sementara kami rancang, semoga ke depannya bisa seperti itu,” jelasnya.

Rencana tersebut membuka peluang pemanfaatan teknologi konstruksi yang sama pada segmen hunian yang lebih terjangkau. Namun, realisasinya masih menunggu proses perencanaan lebih lanjut.

Jika dapat diwujudkan, penerapan bata interlock presisi pada rumah subsidi diharapkan menjadi alternatif dalam pengembangan hunian dengan proses pembangunan yang lebih efisien.

Langkah ini sekaligus menunjukkan upaya pengembang untuk memperluas pemanfaatan material konstruksi inovatif, tidak hanya pada hunian komersial, tetapi juga pada segmen perumahan yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

 

Penulis: Thiar

Editor: Muh. Sain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *