Akedemisi IAIN Bone Kecam perusuh pada Aksi 22 Mei di Jakarta

Uncategorized2 Dilihat
banner 468x60

METRO ONLINE,BONE- -Aksi 21 dan 22 Mei 2019 di Jakarta lalu,yang berujung kerusuhan mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) bone, bapak ismail keri,mengecam keras aksi brutal para perusuh yang telah mengganggu keamanan.demikian dikatakannya minggu 26 mei 2019.

banner 336x280

Walaupun berada di daerah,jauh dari ibukota negara, tetapi malam itu saya terus memantau dari media televisi dan media online yang menyiarkan secara langsung aksi tersebut.ujarnya

“Pada aksi tanggal 21-22 mei lalu, harus diberikan apresiasi kepada pihak yang benar benar melakukan aksi damai tanpa ada riak anarkis dan pihak keamanan bersikap persuasif, sehingga pada rentang waktu itu tidak terjadi benturan kedua belah pihak”.

Tetapi sayangnya, setelah kelompok aksi damai meninggalkan tempat (bawaslu dan sekitarnya), ternyata ada kelompok  menyusup masuk sebagai proses lanjutan aksi tersebut, sehingga mereka inilah,sangat nampak terpantau sebagai dalang terjadinya kerusuhan dengan mencoba mencederai pihak aparat keamanan.ucap Ismail Keri

“ia sangat sesali aksi massa pada tanggal 21-22 mei 2019 di Beberapa wilayah Jakarta berakhir dengan kerusuhan.”

Menurutnya,Seharusnya masyarakat harus memahami bahwa dalam penyampaian aspirasi harus menjunjung tinggi aturan aturan hukum yang berlaku, termasuk tidak melakukan hal hal bersifat anarkis”.imbuhnya

“Sebagai anak bangsa,saya mengharapkan agar semua pihak harus melihat kondisi bangsa dengan arif,bahwa negara ini tidak bisa digadai hanya untuk kepentingan kelompok atau segelintir orang.”harapnya

Saya harus akui, polisi dan aparat keamanan lainnya sudah melaksanakan tugas sesuai dengan perintah pimpinan dan standar operasional baku.Salah satunya,harus diakui oleh publik adalah komitmen.

“Aparat keamanan untuk tidak menggunakan senjata tajam dalam menangani aksi tersebut. Selain itu, sikap persuasif yang dilakukan oleh aparat keamanan,harus dipandang sebagai sebuah pola,cukup menyejukkan dalam demokrasi Indonesia.”ungkapnya

Demikian juga dengan tindakan penegakkan hukum oleh aparat keamanan harus didukung oleh semua pihak, terutama mengungkap para perusuh dan aktor intelektual yang menggerakan kerusuhan 21-22 mei dengan berselimut gerakan kedaulatan rakyat.

“Sebuah keharusan bagi pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pihak terlibat dalam kerusuhan tersebut, termasuk yang ikut memberikan kontribusi pada massa perusuh, baik dalam bentuk pengarah kerusuhan.”

Maupun yang diduga terlibat mendanai atau memfasilitasi,Hal ini penting, mengingat masyarakat menunggu janji polisi untuk mengungkap secara terang benderang siapa dalang di balik aksi rusuh itu.tandasnya

“Oleh karena itu, momentum ini harus diakhiri dengan membangun kesadaran berbangsa, menerima segala agenda negara berdasarkan konstitusi, termasuk menerima hasil pemilu 2019 yang bakal diputuskan oleh mahkamah konstitusi RI.”

Mari lebih bersabar,menahan diri dalam memberikan pernyataan yang bisa memantik suhu politik dalam negeri,negara butuh kerja nyata dan kedamaian.pungkas Ismail Keri

Penulis:Sukardi
Editor : Muh Sain

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *