Tingkatan Kinerja POKJA, IDI, Kemendagri Gelar FGD Penyusunan Instrumen Penguatan POKJA dalam...

Tingkatan Kinerja POKJA, IDI, Kemendagri Gelar FGD Penyusunan Instrumen Penguatan POKJA dalam Pengembangan IDI di Daerah

JAKARTA – Direktorat Politik Dalam Negeri  Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri mengadakan kegiatan Rapat Penyusunan Instrumen Penguatan POKJA di Daerah Kegiatan Bimbingan, Supervisi dan Evaluasi Kinerja Pemda Dalam Pengembangan Demokrasi (IDI) di Hotel Peninsula, Jakarta (20/2/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat dan staf di Lingkungan Kemenkopolhukam, Kementerian PPN/ Bappenas, BPS RI, Kementerian Dalam Negeri, dan Kepala Badan Kesbangpol di lima provinsi dan Bappeda Provinsi atau yang mewakili.

Dalam sambutan pembukaanya Staf Ahli Menteri Bidang Pemerintahan Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si mewakili Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo mengatakan bahwa pertemuan hari ini merupakan pertemuan yang kedua terkait Penyusunan Instrumen Penguatan Pokja IDI di Daerah. Harapan kita nantinya Instrumen ini dapat menjadi pedoman bagi kita bersama dalam pembangunan politik dan demokrasi yang mengacu pada IDI.

“Untuk itulah kita hadir di sini untuk bersama-sama menyusun dan membahas draft Instrumen Penguatan Pokja IDI di daerah.  Penyusunan instrumen dilakukan berdasarkan data yang ada. Data ini dapat berasal dari berbagai sumber. Oleh karena itu, fungsi koordinasi dengan berbagai instansi, terutama Dewan Ahli IDI, Kemenko Polhukam, Bappenas, BPS, dan Kesbangpol provinsi menjadi sangat penting,“ ujar Suhajar.

Dia melanjutkan, setidaknya instrumen ini akan memuat 2 substansi, yaitu terkait dengan kelembagaan Pokja IDI dan strategi langkah Pokja IDI.  Substansi kelembagaan Pokja IDI akan lebih mendasarkan pada treatment penguatan kelembagaannya berdasarkan peta permasalahan yang ada.  Sedangkan substansi strategi langkah mendasarkan pada penyusunan rencana aksi berdasarkan skor IDI yang ada, baik pada level aspek, variabel, maupun indikator.

“Insya Allah setelah Instrumen Penguatan Pokja IDI tersusun, kiranya dapat memberikan pedoman bagi Pokja IDI di Provinsi, kita dapat manfaat dan pengetahuan lebih sehingga nanti dapat mengimplementasikan dalam menyelesaikan permasalahan di daerah guna perwujudan masyarakat yang demokratis,” harapnya.

Sejak tahun 2012, lanjut Suhajar, Badan Kesbangpol provinsi menjadi leading sektor Pokja Demokrasi provinsi.  Hal ini diharapkan agar Pemahaman Pokja terhadap tantangan ke depan dalam pembangunan demokrasi dan politik dapat ditingkatkan, utamanya untuk meningkatkan capaian IDI di masing-masing provinsi.

Oleh karena itu, diharapkan agar Tim Pokja Provinsi juga dapat memberikan masukan terkait kondisi di lapangan secara langsung serta pemahaman dan data yang menjadi kebutuhan Tim Pokja Provinsi untuk dapat menjadi pedoman dalam peningkatan IDI di Daerah dalam pembangunan demokrasi dan politik dapat ditingkatkan, utamanya untuk meningkatkan capaian IDI di masing-masing provinsi.

Selain itu, kerja sama berbagai pihak harus semakin ditingkatkan terutama peran Pemda, Pokja IDI Provinsi, dan kabupaten/kota dalam memanfaatkan data IDI sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan demokrasi sesuai amanat UUD 1945, dan tidak lupa peran partai politik sangat penting dalam meningkatkan capaian IDI yang diharapkan, karena itu merupakan kewajiban kolektif kita bersama, agar manfaatnya optimal dalam melaksanakan amanat konstitusi kita.

Sementara itu, Kasubdit Fasilitasi Lembaga Pemerintahan dan Perwakilan Direktorat Politik Dalam Negeri  Dirjen Polpum, Dedi Taryadi, SH, M.Si mengatakan tujuan utama Rapat Penyusunan Instrumen Penguatan POKJA dalam Pengembangan Demokrasi (IDI) di Daerah adalah untuk memperkuat kelembagaan Pokja di daerah serta untuk menyusun strategi peningkatan IDI di daerah dalam rangka pengembangan demokrasi di Indonesia dan kemudian menjadikannya sebagai dasar dalam perbaikan pembangunan politik dan demokrasi.

“Kemendagri mengharapkan agar POKJA IDI di daerah bisa melakukan perannya dalam pembangunan demokrasi,” ujar Dedy. (Tati)

BERBAGI