Sidang Penganiayaan Dasiyem, Paralegal Indramayu Kawal Keadilan

    Sidang Penganiayaan Dasiyem, Paralegal Indramayu Kawal Keadilan

    Terdakwa Penganiayaan, Suyud, Menjalani Sidang di Pengadilan Negeri Indramayu, Kamis (15/2/2018)

    Metroonline.id, Indramayu – Kasus penganiayaan terhadap Dasiyem, 43 tahun, warga Desa Sendang RT 06/03 Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu yang terjadi pada tanggal 9 Nopember 2017 kini sudah sudah memasuki sidang pertama di Pengadilan Negeri Indramayu, Kamis (15/2/2018).

    Sidang yang diketuai oleh Hakim Moris ini beragendakan mendengar keterangan saksi korban Dasiyem dan saksi- saksi lainnya serta pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum.

    Pelaku SYD, 55 tahun, warga Desa Pringgacala kecamatan Karangampel, Indramayu adalah mantan suami sirih korban.

    Dalam persidangan terungkap, kejadian bermula, pada tanggal 9 Nopember 2017 jam 1 siang, saat itu korban sedang main ke rumah keponakannya di Desa Pringgacala Blok Kalimati RT 05/02 Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu. Saat sedang main itulah tiba- tiba datang pelaku.

    Pelaku kemudian menagih uang ke korban sebesar 2 juta rupiah. Ternyata uang yang ditagih itu uang yang dipakai korban untuk kebutuhannya ketika korban masih menjadi istri pelaku.

    Karena korban tidak bisa memenuhi uang yang diminta pelaku, pelaku pun emosi. Pelaku langsung menendang kaki korban hingga korban terjatuh. Tak hanya itu, begitu korban berdiri pelaku langsung mengambil gergaji kayu milik keponakannya korban dan diarahkan ke leher korban. Beruntung, keponakan korban yang mengetahui kejadian itu langsung merampas gergaji dari tangan pelaku sehingga belum melukai leher korban.

    Tak puas sampai di situ, pelaku kemudian memukul mata kanan korban hingga korban terjatuh lagi dan anak perempuan korban yang masih Sekolah Dasar melindungi tubuh korban dari serangan pelaku. Aksi brutal pelaku pun kemudian dihentikan oleh keponakan korban dan korban dibawa keluar dari rumah keponakannya itu.

    Korban kemudian dibawa ke rumah sakit zam-zam Jatibarang untuk dilakukan pengobatan. Akibat penganiayaan itu korban tidak bisa melakukan aktivitas untuk beberapa hari dan mata kanannya terganggu penglihatannya. Bahkan sampai saat ini korban masih merasakan sakit di kaki kanannya jika berjalan.

    Sidang Kasus Penganiayaan Dasiyem di Pengadilan Negeri Indramayu, 15 Februari 2018

    Jaksa Penuntut Umum Rudi Dwi Prasetyo, mendakwa pelaku telah melakukan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat 1 dengan ancaman hukuman paling lama 2 tahun 8 bulan penjara. Sidang dilanjutkan Kamis depan dengan agenda mendengar keterangan Terdakwa.

    Dalam persidangan itu, sejumlah Paralegal Indramayu dari Kantor Pengacara Toni & Partners terlihat hadir mendampingi korban Dasiyem. Paralegal bertekad akan mengawal kasus penganiayaan tersebut agar korban mendapatkan keadilan dan pelaku dihukum seberat- beratnya sesuai dengan perbuatannya. (Wahyudin).

    Video Persidangan Kasus Penganiayaan Dasiyem di Pengadilan Negeri Indramayu.

    BERBAGI