Sidang Bank QNB, Saksi : Penggugat Pantasnya Grade 10 Manager dan Gaji...

    Sidang Bank QNB, Saksi : Penggugat Pantasnya Grade 10 Manager dan Gaji 20-25 Juta

    Sidang Bank QNB, Mendengarkan Keterangan Saksi di Pengadilan Hubungan Industrial, Kamis (14/9/2017)
    Sidang Bank QNB, Mendengarkan Keterangan Saksi di Pengadilan Hubungan Industrial, Kamis (14/9/2017)

    Sidang Bank QNB, Mendengarkan Keterangan Saksi di Pengadilan Hubungan Industrial, Kamis (14/9/2017)Metroonline.id, Jakarta – Sidang gugatan perselisihan hak antara pekerja melawan PT. Bank QNB Indonesia Tbk (Bank QNB) kembali digelar di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017). Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi dari pihak Penggugat (pekerja) yaitu Fachrudin Saleh Rangkuti yang akrab disapa Ali.

    Sebelum sidang dimulai, Kuasa Hukum Penggugat, Insan Agung mengatakan bahwa saksi yang dihadirkan pihak Penggugat adalah rekan kerjanya Penggugat di Bank QNB, berinisial DN. Lama kerja Saksi di Bank QNB sama dengan Penggugat yakni bekerja sejak tahun 2008 hanya lebih duluan Penggugat 5 bulan daripada Saksi. Penggugat bekerja sejak bulan Januari 2008 sedangkan Saksi bekerja sejak bulan Mei 2008. Jabatan Saksi adalah Small Medium Enterprise (SME) Credit Reviewer dengan pangkat Asistant Manager dan grade 9.

    “Dipastikan saksi yang kami hadirkan mengetahui dan relevan dengan gugatan kami dari pihak pekerja,” kata Insan Agung ditemui di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 14 September 2017.

    Ali dengan didampingi Kuasa Hukumnya dari Serikat Pekerja Bank QNB Kesawan yaitu Insan Agung dan Slamet Djohar Prasetyo pun memasuki ruang sidang. Sidang berlangsung selama satu jam.

    Dalam persidangan, saksi menerangkan bahwa menurutnya Penggugat diperlakukan tidak adil oleh perusahaan sejak menjabat sebagai Commersial Relationship Manager sejak Januari 2012 hingga sekarang menjabat SME Credit Reviewer.

    “Yang pasti dari segi kepangkatan dan kesenjangan grade, pangkatnya belum sesuai dengan jabatannya. Itu mempengaruhi pada gaji yang bersangkutan,” ujar saksi menjawab pertanyaan Hakim.

    “Masalah apa lagi selain diperlakukan tidak adil oleh perusahaan, selain kepangkatan dan gaji itu?” tanya Hakim.

    “Pekerjaan yang dihendel secara nasional, dari sekitar 45 cabang, berdua (saksi dan penggugat) menghendel tiga puluh persen dari total krdit dengan imbalan yang kurang sesuai,” jelas saksi.

    Saksi juga menambahkan bahwa hasil pekerjaan Penggugat cukup baik dan itu bisa dilihat dari hasil audit tidak ada temuan yang signifikan.

    “Apakah saudara saksi pernah mengetahui bahwa Penggugat memperoleh surat teguran atas pelanggaran disiplin kerja?” tanya Hakim.

    “Belum pernah ada,” jawab saksi.

    “Saudara saksi grade berapa sekarang? Dan Penggugat grade berapa, sepantasnya Penggugat grade berapa?” tanya Hakim.

    “Saya grade 9. Penggugat grade 8. Penggugat pantasnya grade 10,” Jawab saksi.

    “Apakah dengan adanya grade itu mepengaruhi gaji?” tanya Hakim. “Mempengaruhi Pak,” jawab saksi.

    “Kenaikannya signifikan tidak?” tanya Hakim. “Kalau grade 9 sekitar 15 juta. Kalau grade 10 kurang lebih sebesar 20 juta sampai dengan 25 juta,” jawab saksi.

    Pada sidang tersebut Hakim juga memberi kesempatan kepada Kuasa Hukum Tergugat untuk mengajukan pertanyaan. Tetapi karena Hakim menganggap pertanyaan yang diajukan Kuasa Hukum Tergugat Bank QNB tidak ada relevansinya Kemudian Hakim menghentikan dan menutup persidangan dengan membaca agenda sidang berikutnya yaitu pada tanggal 28 September 2017 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak Tergugat

    Seperti diberitakan sebelumnya, PT. Bank QNB Indonesia Tbk yang beralamat di QNB Tower, 18 Parc SCBD, Jalan Jenderal Soedirman Kav 52-53 Jakarta itu digugat oleh seorang karyawannya bernama Fachrudin Saleh Rangkuti yang akrab dipanggil Ali Rangkuti ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sejak tanggal 30 Mei 2017 dengan nomor perkara 149/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.JKT.PST.

    Gugatan dilayangkan lantaran PT. Bank QNB Indonesia tidak membayar upah Ali selayaknya upah Manager, padahal berdasarkan Surat Keputusan PT. Bank QNB Kesawan nomor 217/SK-SDM/XII/2011 tanggal 29 Desember 2011, Ali ditugaskan sebagai Commercial Relationship Manager. Surat Keputusan itu diberikan kepada Ali dan berlaku sejak tanggal 1 Januari 2012. Sejak itu Ali melaksanakan tugas pekerjaannya sebagai Commercial Relationship Manager dengan hasil kinerja yang baik. Target kerja Ali pun adalah target Manager yaitu target kredit 40 Miliar per bulan. Namun upah yang diterima Ali tidak sebanding dengan tugas dan pekerjaannya sebagai Manager. Ali hanya terima upah sebesar Rp. 4.780.000 per tahun 2012 dimana upah tersebut adalah upah untuk posisi Senior Officer. Padahal untuk posisi Manager upah yang seharusnya diterima Ali sebesar 25 juta per bulan, sehingga ada selisih kekurangan upah sebesar Rp. 20.220.000.

    Selain kesenjangan upah, Ali pun mengalami kesenjangan pangkat dimana pangkat Ali dengan posisi dan tugas kerja Manager tersebut seharusnya pangkat Ali adalah Manager dengan grade 10. Kenyataannya pangkat Ali masih Senior Officer grade 8. Oleh karenanya Ali menggugat kesenjangan pangkat dan grade dan haknya berupa kekurangan upah yang seharusnya ia terima sejak Januari 2012 dengan total keseluruhan sebesar 2,5 Miliar (Eddy Yusuf).

    BERBAGI