Persekusi Anak SMP di Karanganyar Jawa Tengah

    Persekusi Anak SMP di Karanganyar Jawa Tengah

    Metroonline.id – Penganiayaan oleh sekelompok orang terhadap seseorang (persekusi) kembali terjadi. Kali ini terjadi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Seorang anak berseragam sekolah SMP terlihat dianiaya oleh teman- teman sekolahnya dan direkam oleh salah seorang temannya dan menjadi viral di media sosial.

    Video yang diunggah di facebook oleh akun Galih Barat Winasis pada Kamis, 8 Februari 2018 ini telah dibagikan sebanyak 27 ribu kali.

    Salah satu komentarnya bernama akun Eric mengatakan bahwa peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada hari Selasa tanggal 6 Februari 2018 pukul 14.30 WIB di alas karet di Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

    Ketika dikonfirmasi ke Polres Karanganyar, Jumat, 9 Februari 2018, pihak Polres membenarkan peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukumnya. Dalam sambungan teleponnya, Kapolres Karanganyar melalui Dispri Kapolres, Bripda Divia menjelaskan, kasus pengeroyokan pelajar SMP di hutan karet Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar itu sudah ditanani Satreskrim Polres Karanganyar.

    “Korban berinisial HS, 13 tahun, pelajar SMPN 03 Satu Atap Kerjo, Karanganyar. Dan pelaku anak berjumlah 6 anak dengan inisial AYSA alias ARN (14 tahun, pelajar SMPN 02 Kerjo I), AY alias BWR (15 tahun, pelajar SMP Muhammadiyah 05 Kerjo), RAT (16 tahun, pelajar SMPN 02 Kerjo), DH alias HRT (15 tahun, pelajar SMP Muhammadiyah 05 Kerjo), DW (16 tahun, pelajar SMPN 02 Kerjo) dan ES (15 tahun, pelajar SMPN 02 Kerjo),” tulis Divia dalam pesan whatsapp yang diterima redaksi.

    Divia menjelaskan peristiwa terjadi pada hari selasa tanggal 6 Pebruari 2018. Saat itu pukul 09.30 WIB pada saat jam istirahat sekolah di dalam sekolah korban diberi tahu oleh teman korban bernama TN untuk meminta maaf, kemudian sepulang sekolah korban diajak oleh siswa yang berjumlah 8 siswa SMPN 02 Kerjo dan MTS Kerjo 07 ke kebun karet Karangrejo Kecamatan Kerjo. Sampai di hutan karet di depan banyak pelajar tersebut korban minta maaf namuan korban di tendang menggunakan kaki dengan secara bergantian. Akibat dari pengeroyokan tersebut korban mengalami tergores kuku di tangan sebelah kiri. Kejadian itu direkam dengan handphone salah satu pelajar yang kemudian jadi viral di media sosial.

    Polres Karanganyar langsung bertindak cepat setelah melihat tayangan video kekerasan yang viral tersebut. Satreskrim Polres Karanganyar kemudian membawa korban maupun pelaku ke kantor kantor Polres Karanganyar dengan dihadiri orang tua pelaku anak dan korban, Dinas Dikbud Kabupaten Karanganyar, Kepala sekolah dan Guru, serta Peksos Sakti Kabupaten Karanganyar.

    Setelah dimintai keterangan klarifikasi korban dan pelaku anak kemudian dilakukan mediasi dengan kedua belah pihak yang menghasilkan kesepakatan bersama bahwa kedua belah pihak bersedia sanggup untuk menyelesaikan perkara tersebut dengan jalan kekeluargaan dengan membuat kesepakatan bersama.

    Orang tua korban yang mendampingi menyatakan tidak akan menuntut secara hukum atas peristiwa pengeroyokan yang dialami Korban setelah ketemu kesepakatan perdamaian tersebut. Namun para pelaku anak itu diwajibkan untuk melapor ke Polsek setempat yaitu Polsek Kerjo dan pihak sekolah masing- masing akan memberikan sanksi kepada para pelaku anak tersebut.

    Redaksi.

    Ini video kekerasan pelajar SMP di Karanganyar yang viral di media sosial.

    BERBAGI