KMU Nilai Airin Rachmy Gagal Dalam Memimpin Tangsel

    KMU Nilai Airin Rachmy Gagal Dalam Memimpin Tangsel

    Metro Online.co, Jakarta – Koalisi Mahasiswa UIN (KMU) menilai Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmy gagal dalam memimpin dan membangun kota Tangsel. Demikian disampaikan juru bicara KMU Sintia Aulia Rahmah dalam siaran persnya yang diterima redaksi Metro Online.co, Minggu, 19 Oktober 2014.

    Sintia menilai kunjungan Airin ke kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Sabtu, 18 Oktober 2014 adalah sebagai upaya pencitraan atas kegagalannya dalam memimpin kota Tangsel.

    “Airin kami nilai gagal dalam membangun Tangsel, kinerjanya selama ini banyak dibantu oleh swasta, pemerintahan kota sendiri nyaris kehilangan peran karena pasif,” Ujar Sintia di Ciputat, Minggu (19/10/2014).

    Presiden Mahasiwa Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah itu menambahkan, wajar apabila survei IGI menempatkan Pemkot Tangsel dengan perolehan terburuk dibeberapa aspek. Pada index Tata Kelola Pemerintahan, dari 34 Kabupaten/Kota di Indonesia, posisi Pemkot Tangsel berada di posisi 24 dengan mengantongi nilai 4.59.

    Dalam hal transparansi, lannjutnya, Tangsel mengantongi skor 2,80 untuk kalangan birokrasi, masyarakat sipil 2,74, pejabat politik 1,15 dan terendah masyarakat ekonomi yang hanya mendapat nilai 1,00.

    “Masalah lain, misalnya soal WDP yang diraih Pemkot Tangsel beberapa bulan lalu merupakan bukti terang kegagalan Airin dalam pengelolaan keuangan di Tangsel,” jelasnya.

    Selain itu, menurut Sintia, kegagalan pembangunan Tangsel sangat kasat mata, karena terkonfirmasi oleh maraknya korupsi di lingkungan pemkot Tangsel yang diduga melibatkan Airin sebagai pemegang kebijakan di Tangsel.

    “Kami mendukung upaya KPK melakukan penyelidikan menyeluruh atas kasus korupsi di Tangsel, seperti kasus yang terjadi di Dinas Kesehatan, karena pasti sepengetahuan Airi. Tidak mungkin Kadinkes yang saat ini jadi tersangka bermain tanpa ada persetujuan dari walikota,” Pungkasnya. (Red/foto: ist).

    Editor : Toni

    BERBAGI