Ketua PN Jambi Dilempar Kursi oleh Pendemo

    Ketua PN Jambi Dilempar Kursi oleh Pendemo

    Metroonline.id, Jakarta – Komisi Yudisial (KY) telah menugaskan tim untuk menangani kasus Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jambi yang dilempar kursi oleh pendemo. Tim penugasan KY berasal dari Biro Advokasi.

    “KY sudah menugaskan tim karena sudah ada bidangnya yaitu bidang advokasi. Detailnya ada di Biro Advokasi, saya juga nggak tahu pasti. Tapi seingat saya kalau kemarin tim sudah ditugaskan untuk komunikasikan masalah itu,” ujar juru bicara KY Farid Wajdi saat dihubungi Jumat (20/10/2017) siang.

    Pendampingan hakim menjadi bagian dari advokasi yang akan dilakukan oleh KY. Menurut Farid, pihaknya memang belum memberikan informasi terkait advokasi tersebut ke publik.

    “Advokasi maksudnya adalah tim dari KY yang melakukan tugas proses, bisa memberikan pendampingan kepada para hakim terhadap kasus yang merendahkan martabat hakim. Kita memang tidak publikasikan ke publik KY sudah bla bla bla,” kata Farid.

    Lebih lanjut Farid pun mengungkapkan jika KY akan mengadakan pertemuan dengan hakim yang menjadi korban. Pihaknya juga akan meminta bantuan kepolisian setempat.

    “Pendekatannya adalah bertemu dengan pihak yang menjadi korban perendahan martabat hakim. Biasanya dengan bantuan Polda atau Polres (setempat). Itu langsung kemudian ditugaskan beberapa orang petugas KY untuk mengkomunikasikan masalah ini,” ujarnya.

    Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) mempertanyakan peran KY dalam kasus tersebut. MA menilai tak hanya polisi yang perlu turun tangan tetapi KY juga.

    “Ini kan kejadian ini massa melakukan perbuatan yang merusak melempar kursi di pengadilan. Mestinya tidak hanya polisi yang harus turun tangan. Tetapi Komisi Yudisial harus turun tangan,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah.

    Keributan di PN Tipikor Jambi itu terjadi pada Senin (16/10) kemarin. Massa membuat keributan di depan meja Pelayanan Informasi/lobi PN. Karena mengganggu jalannya persidangan, pihak PN Jambi menemui massa untuk memberi penjelasan. Namun penjelasan yang diberikan ditolak oleh massa hingga akhirnya terjadilah keributan. Puncaknya kursi melayang ke muka Ketua PN Jambi. (Dt/foto: ist).

    Redaksi

    BERBAGI