Kapolda Jabar Ancam Bui Penyebar Kampanye Hitam di Medsos

    Kapolda Jabar Ancam Bui Penyebar Kampanye Hitam di Medsos

    Metroonline.id, Tasikmalaya – Masa kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak belum dimulai. Namun sejumlah pasangan calon mulai ada yang tebar pesona lewat media sosial alias medsos.

    Bagi sebagian orang, medsos cukup ampuh untuk menarik perhatian maupun simpati warga pemilih. Namun sayang, ada pula yang menjadikan medsos sebagai ajang black campaign dengan menebar fitnah, hingga menjelek-jelekan pasangan calon lain.

    Ihwal medsos yang dijadikan ajang kampanye, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Bambang Waskito meminta pengguna medsos memakainya secara cerdik, bijaksana dan intelektual. “Jangan sampai menghantam orang. Itu ada hukumnya,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri peringatan Ulang Tahun Karang Taruna ke-56 di Objek Wisata Cipanas Galunggung, Rabu 28 September 2016.

    Bagi pelaku black campaign di medsos, Bambang mengatakan, pihaknya sudah memiliki tim untuk menanganinya. Tim cyber tersebut akan mengawasi medsos yang dipakai kampanye hitam. “Karena memang paling cepat saat ini adalah peran medsos,” ujarnya.

    Jika nanti sudah memasuk permasalahan dalam pasal-pasal yang ada di dalam Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE), tim cyber akan melusuri dan akan menindaknya.

    Menurut Bambang, tim cyber ini berada di polda. Di setiap polres pun, sudah ada petugas yang dilatih untuk membaca situasi medsos. “Paling tidak dia (petugas di polres) akan baca situasi medsos dan akan dilaporkan ke sana (polda), karena yang sudah lebih lengkap sarana dan prasarana untuk menelusuri ini (black campaign) di tingkat polda. Jika saya tidak mampu, saya akan ke mabes,” katanya.

    Di Kota Tasikmalaya sendiri sebelumnya pernah muncul meme yang menyindir cara tiap pasangan calon ketika mendaftar ke KPUD. Saat mendaftar, ada pasangan calon yang mengayuh becak, naik di atas becak, hingga naik kereta kencana.

    Calon yang mengayuh becak diberi caption foto Jalma Leutik (orang kecil); calon yang naik becak diberi caption Juragan Menak; dan calon yang naik kereta kencana diberi caption Kapitalis Feodal.

    Diminta tanggapan terkait meme tersebut, artis Dicky Candra mengatakan sudah menegur secara langsung penyebar meme tersebut. Dia meminta kapada tim suksesnya agar tidak menggunakan cara-cara tidak makruf. “Sebaiknya tidak melakukan itu,” kata dia.

    Jika dirasa berat berjuang dengan cara yang makruf, Dicky menegaskan, lebih baik tidak mendukungnya. “Karena kalau ditakdirkan menang jadi walikota, saya ingin menang dengan perjuangan makruf. Supaya betul-betul dimudahkan oleh Allah dalam menjalankan kepemimpinan kelak,” jelasnya.

    Dia mengakui hubungannya dengan calon yang lain sangat baik. Bahkan saat pemeriksaan kesehatan, mereka sempat foto bersama. “(Hubungan) Saya, Pak Budi, Pak Dede sangat baik, cukup indah. Karena kami sama-sama sadar bahwa tujuan kami tidak ingin menjatuhkan siapapun, tapi pada dasarnya cinta kepada Kota Tasik,” ucapnya.

    Sementara Ketua Panwaslu Kota Tasikmalaya, Ede Supriadi menyarankan akun di medsos yang terkait kepentingan kampanye pasangan calon agar didaftarkan ke KPUD secara resmi. “Jadi kalau punya akun resmi, pasangan calon bisa kampanye lewat medsos. Tetapi tentu menghindari black campaign, fitnah, hasutan, menjelekan orang lain,” tegasnya.

    Ede meminta semua pihak mengedepankan kesantunan dalam berkomunikasi, meskipun itu di medsos. Ede mengatakan, Panwaslu juga melakukan pengawasan terhadap medsos. Bahkan, kata dia, pihaknya selalu mengintip medsos. “Kita intip terkait komentar-komentar tim sukses, penggemar medsos,” katanya. (Tp/foto: ist).

    Redaksi

    BERBAGI