Ini Kata Manajer Terkait Pelawak RI yang Diadili di Hong Kong

    Ini Kata Manajer Terkait Pelawak RI yang Diadili di Hong Kong

    Metroonline.id, Blitar – Kasus hukum menimpa dua pelawak asal Jatim yang diadili di Hong Kong sangat mengejutkan. Salah satu manager pelawak percil, Gandha Ajisantoso (32) mengaku tidak tahu menahu terkait tawaran pekerjaan tersebut.

    Gandha mengaku sebelum berangkat ke Hong Kong, Percil mengurus sendiri kontraknya. Padahal terkait pekerjaan dan kontrak, sang manager-lah yang biasa turun tangan.

    “Biasanya semua saya yang nangani. Tapi ini teman yang Hong Kong maunya langsung sama Mas Percil. Jadi saya tidak tahu bagaimana tawaran kerjanya, di mana, tarifnya berapa,” tutur Gandha saat dihubungi, Kamis (8/2/2018).

    Sepengetahuan Gandha, Percil mendapat undangan dari komunitas pekerja migran di Hong Kong. Dia diundang kesana untuk jumpa fans, bukan untuk perform.

    “Tawaran itu datang dari fans Mas Percil untuk ketemu para fansnya di sana. Bukan untuk manggung lho. Saya pikir ya ketemu di taman kota seperti yang biasa mereka lakukan pas libur kerja. Belakangan saya baru tahu dari media kalau itu dikarciskan,” bebernya.

    Pada keluarganya, lanjut Gandha, Cak Percil pamitnya juga tidak manggung. Percil diketahui berangkat ke Hong Kong melalui Bandara Juanda, 2 Februari. Dia dijadwalkan jumpa fans pada 4 Februari dan akan balik ke Indonesia pada 5 Februari.

    Namun dua pelawak dari grup ‘Guyon Maton’ itu digerebek saat baru memulai acara menghibur masyarakat WNI, Minggu (4/2) di daerah Tsim Sha Tsui, Hong Kong. Penangkapan Percil membuat istrinya shock. Apalagi mereka saat ini membutuhkan banyak dana untuk meneruskan pembangunan rumahnya.

    “Iya benar lagi membangun rumah di Kanigoro. Baru selesai 50%,” pungkas Gandha menutup percakapan.

    Dua pelawak asal Jawa Timur, Yudo Prasetyo (Cak Yudho) dan Deni Afriandi (Cak Percil), diadili di Hong Kong. Dua pelawak itu masuk Hong Kong menggunakan visa turis pada 2 Februari 2018. Mereka kemudian ditangkap otoritas setempat dua hari kemudian setelah diduga menerima imbalan setelah mengisi acara yang dihelat buruh migran. (Dt/foto: ist).

    Redaksi

    BERBAGI