FSPPB : Kembalikan Blok Mahakam ke Anak Bangsa Demi Perkuat Ketahanan Nasional

    FSPPB : Kembalikan Blok Mahakam ke Anak Bangsa Demi Perkuat Ketahanan Nasional

    Metro Online.co, Jakarta – PERTAMINA adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki wewenang untuk mengelola sektor hulu dan hilir minyak dan gasbumi Indonesia, untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat sesuai UUD RI Tahun 1945 Pasal 33. Demikian dikatakan Eko Wahyu Laksmono, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) dalam press release nya yang diterima redaksi Metro Online.co, Jumat, 13/3/2015.

    Menurut Eko, Sejak 57 lalu, Pertamina telah membuktikan eksistensi dan dedikasinya dalam pengelolaan gas sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan energi nasional. Keberhasilan Pertamina dalam mengelola dan meningkatkan produksi blok migas yang dimilikinya termasuk blok Off- Shore North West Java (ONWJ) dan West Madura Off- Shore (WMO) yang diambil alih dari pihak asing sebagai bukti bahwa Pertamina memiliki pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman yang lebih dalam mengelola dan dan meningkatkan produksi migas manapun di Indonesia, termasuk Blok Mahakam.

    Blok Mahakam, lanjutnya, adalah sebuah lapangan minyak dan gas bumi yang terletak di lepas pantai Kalimantan Timur dengan produksi gas mencapai 30% produiksi nasional dan pada saat pertama kali ditemukan terbukti memiliki cadangan 1,4 milyar barel minyak dan 26 trilyun cubic feet (TCF) gas.

    Blok Mahakam, ungkapnya, mulai dieksploitasi pada tahun 1967 selama 30 tahun dan diperpanjang lagi selama 20 tahun hingga tahun 2017 melalui kontrak kerjasama Pemerintah RI dengan pihak asing. Pihak Asing telah memproduksi dan pengurasan secara besar-besaran cadangan yang dimiliki, sehingga menjadikan Indonesia sebagai eksportir LNG terbesar di dunia periode 1980-2000.

    Pada saat kontrak berakhir 2017 nanti, predikisinya, diperkirakan cadangan Blok Mahakam tersisa sebesar 100 juta barel minyak dan 6-8 TCF gas yang bernilai lebih dari 500 Trilyun.

    Oleh karenanya, Pekerja Pertamiana yang tergabung dalam FSPPB meminta wilayah kerja migas yang sebelumnya dikelola pihak asing maka pada saat habis jangka waktu kontraksnya sudah seharusnya dikembalikan sepenuhnya pengelolaannya kepada BUMN yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman yang lebih dari cukup di negerinya sendiri, sebagaimana berlaku umum di negara- negara penghasil migas dunia.

    Terkait hal tersebut, FSPPB menuntut :

    1. Pemerintah Republik Indonesia wajib segera memutuskan 100% pengelolaan Blok Mahakam diserahkan kepada Pertamina.

    2. Meminta Pemerintah Republik Indonesia cq. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral untuk memastikan Pertamina dapat menyusun program kerjasama transisi 2015-2017 yang komprehensif dan realistis sehingga mampu mempertahankan dan meningkatkan produksi migas Blok Mahakam dalam rangka mendukung terbentuknya kedaulatan energi nasional dan pada gilirannya memperkuat ketahanan nasional. (Toni/Redaksi).

    BERBAGI