Airbag Takata Makan Korban Lagi di Malaysia

    Airbag Takata Makan Korban Lagi di Malaysia

    Metroonline.id, Jakarta – Sejak beberapa waktu lalu banyak kendaraan yang beredar di dunia, tak terkecuali Indonesia yang di-recall terkait masalah airbag Takata. Tapi tak seluruh pemilik dan pengendara mobil melakukan recall itu.

    Menurut Malay Mail Online, terdapat Honda City lansiran 2004 yang mengalami kecelakaan di Malaysia. Pengemudinya seketika meninggal dunia di tempat. Hal tersebut karena airbag di mobilnya (Takata airbag) pecah atau meletus dengan kekuatan berlebih.

    Peristiwa itu terjadi pada 1 Januari 2018 kemarin. Dikonfirmasi oleh kepolisian setempat, penyebab kematian sang sopir adalah kantung udara yang pecah.

    Pabrikan mobil tersebut sebelumnya mengeluarkan pernyataan bahwa mobil itu sebenarnya ialah mobil bekas dan harus dilakukan recall (karena diduga akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan). Namun karena berpindah kepemilikan, diler sangat sulit untuk menghubungi pemilik barunya.

    “Sudah beberapa surat pemberitahuan terkait dengan recall kami kirim ke pemilik kendaraan berdasarkan database. Namun surat-surat tersebut tidak sampai karena adanya perubahan kepemilikan,” kata pihak Honda Malaysia.

    “Catatan kami menunjukkan bahwa pergantian recall tidak pernah selesai (mobil tidak pernah masuk diler resmi),” lanjutnya. Tapi setelah dilihat, kantung udara tersebut sudah dipasang dengan benar saat terjadi kecelakaan.

    Di kesempatan yang berbeda, salah satu petugas servis diler Honda dikawasan Jakarta Selatan menuturkan bahwa masih cukup banyak pemilik maupun pengguna kendaraan belum ingin melakukan recall terkait airbagnya. Berbagai macam alasan ia terima mulai dari mobil sudah dimodifikasi, tidak ingin menunggu lama, hingga sedang terburu-buru.

    “Kemarin hampir seluruh mobil di Indonesia melakukan recall terkait Takata airbag. Kita pun melakukan hal tersebut. Tapi memang masih cukup banyak pemilik yang belum ingin melakukannya karena sedang buru-buru, tidak ingin menunggu lama, dan ada juga yang karena mobilnya sudah dimodifikasi ia tidak mau dibongkar-bongkar lagi. Sah saja, tapi kami imbau agar melakukan hal itu karena kan sudah banyak contoh kecelakaan ya di luar-luar,” katanya.

    “Bagi yang belum mau melakukan recall kami kasih surat pernyataan tidak setuju dilakukan recall ataupun atur schedule ulang,” katanya lagi. (Dt/foto: ist).

    Redaksi

    BERBAGI