10 Hari Jalur Puncak Ditutup, Pengguna Jalan Diminta Bersabar

    10 Hari Jalur Puncak Ditutup, Pengguna Jalan Diminta Bersabar

    Metroonline.id, Jakarta – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta pengertian para pengguna jalan. Hal ini berkaitan dengan penutupan jalur puncak selama 10 hari.

    Demiz, biasa ia dipanggil mengatakan, jalur itu ditutup untuk membersihkan material longsor dan perbaikan-perbaikan di lokasi longsor. Hal ini juga untuk keselamatan para pengguna jalan.

    Saat ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, Basarnas, dan relawan terus membersihkan material longsor di Kawasan Puncak Bogor yang menutupi badan jalan.

    “Kita mohon pengertian pengguna jalan, biasanya weekend banyak yang wisata ke puncak, tapi 10 hari ini mohon jangan lewat ke sini, sampai semuanya bersih,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Jumat (9/2/2018).

    Ke depan, pemerintah pusat akan terus membenahi kawasan puncak. Salah satunya dengan memprogramkan peningkatan kapasitas jalan dengan cara melebarkannya sebanyak dua meter ke arah sisi kanan dan kiri jalan dari eksisting.

    “Selain itu, juga tengah dibangun alternatif lainnya yaitu jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, yang 2018 ini sudah sampai Cigombong Lido. 2019 Insya Allah sudah ada tol sampai Sukabumi,” ujarnya.

    “Mudah- mudahan bisa semua teratasi dengan baik dengan kerja sama semua pihak, dan semua kegiatan disini semua bisa berlangsung dengan lancar lagi, yang mau rekreasi juga bisa nyaman lagi ke mari,” tuturnya.

    Salah seorang warga yang menjadi korban selamat adalah Hendra, penjaga villa di Jalan Raya Puncak, sekitar Masjid Attaawun. Ia menuturkan, kejadian longsor diawali hujan deras yang cukup lama.

    Hendra menceritakan, sejak pagi kawasan Puncak memang dilanda hujan deras. Hal itu lantas membuatnya memilih untuk tetap diam dan tidur di dalam sebuah lapak yang dirinya tempati.

    “Lagi tidur, begitu saya bangun dengar suara gemuruh, pelipis kena besi, terurug tanah, saya gali-gali, keadaan gelap, saya keluar, kemudian terurug (terkubur) lagi. Saya gali lagi bikin lubang, kedua kali saya selamet ada yang nyelametin, udah itu sadar-sadar saya ada di Rumah Sakit,” Jelas Hendra. (Kp/foto: ist).

    Tati Triani

    BERBAGI